BATURAJA OKU – Direktur Utama pada Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten OKU periode 2023 – 2028. Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Teddy Meilwansyah, secara resmi melantik Radius Susanto,SE sebagai Pelantikan berlangsung di Rumah Dinas Bupati OKU pada Sabtu (30/12/2023).
Beberapa pejabat turut hadir pada pelantikan tersebut diantaranya, Sekda OKU Darmawan Iryanto, Asisten I Indra Susanto, Asisten II Hasan Hd, Asisten III Romain Fitri, Kepala BPBD OKU Yanuar Efendi, Kepala BKPSDM Mirdaili, Kepala Inspektorat A Karim, Anggota DPRD OKU Robi Vitergo, serta Kepala OPD lainnya.
Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, menegaskan bahwa pelantikan Direktur PD Pasar tidak dilakukan secara tiba-tiba. Bahwa pemilihan calon direktur PD Pasar ini sudah melalui proses seleksi terbuka, transparan, objektif dan akuntabel, termasuk melibatkan pihak ketiga dari Universitas Bandarlampung untuk melakukan pengujian dan pengetesan terhadap calon lainya.

“Proses seleksi cukup lama melalui beberapa tahapan dan transparan, dengan melibatkan akdemisi dari luar daerah yaitu dari Universitas Bandar Lampung untuk menguji para peserta yang mengikuti pencalonan tersebut,”imbuh Pj Bupati Teddy.
Ia berharap kepada Radius Susanto sebagai Direktur Utama PD Pasar Kabupaten OKU dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan perusahaan umum daerah serta mendorong pembangunan dan kemajuan di Kabupaten OKU.
“Walaupun nantinya belum dapat berkontribusi dengan pemerintah daerah, setidaknya pengelolah pasar ini tidak merugi dan tidak minus, selain itu saya berharap kepada direktur yang baru dapat merubah tatanan pasar yang lebih bagus dan tidak kumuh,” ungkapnya
Teddy juga berharap nantinya, pasar ini tidak hanya menjadi pasar tradisional namun bisa menjadi suatu pasar modern yang rapi dan indah.
Sementara itu Radius Susanto berkomitmen dan langkah-langkah strategis yang diusungnya optimis dapat membawa perubahan signifikan, serta untuk meningkatkan kinerja Perumda Pasar OKU dengan fokus pada penertiban dan penataan pedagang, pengoperasionalan tempat usaha kosong, serta penataan ulang pasar di luar kota agar lebih representatif.
“Tentunya ada target yang harus kita capai adalah menertibkan dan menata para pedagang, mengoperasionalkan tempat usaha yang masih kosong, dan menata kembali pasar di luar kota agar lebih representatif dan nyaman,” tutupnya. (febri)
