PALI – Calon Bupati dan Wakil Bupati Devi Harianto,SH.,MH – Ferdinand S. (DE-FE) Meresmikan dan mengukukan Team Relawan di Posko Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada hari Rabu 4 September 2024.
Acara ini selain dihadiri oleh Bakal Calon Bupati Devi Harianto dan Wakil Bupati H. M. Ferdinand juga Ketua Tim Pemenangan Lasmiadi, S.Sos., pengurus Partai Demokrat, Partai PKS, PBB, Partai Ummat serta ratusan simpatisan dan tokoh masyarakat setempat.

Adam Malik Syaiful, Ketua Team Relawan Pergerakan menjelaskan bahwa hari ini merupakan peresmian posko sekaligus pengukuhan team relawan tingkat kecamatan (Korcab) dan Team relawan tingkat Desa (Kordes) yang tersebar di lima Kecamatan di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Team Relawan Pergerakan “DE-FE” akan siap bergerak membantu memenangkan pasangan Devi -Ferdinand untuk menjadi Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) periode 2025-2030. “Kata Adam”
Sementara itu Devi Harianto calon bupati PALI, Beliau berharap dengan telah diresmikannya posko Team Relawan pergerakan Devi -Ferdinand ini, untuk tetap menjaga kekompakan diantara rekan-rekan lainnya yang tersebar diwilayah Kabupaten PALI.
Saya ucapkan Terima kasih atas dukungannya, Terutama Pada partai pendukung,Team Relawan ,Team Keluarga , dan partisipan atau militan , serta pendukung “DE-FE” semuanya, dengan tetap semangat menjaga kebersamaan dan kompakan,”Ucapnya Devi
Pada kesempatan itu Devi juga menyampaikan salah satu program Ungulan ” DE-FE ” yaitu Meningkatkan Hasil Pertanian dan perkebunan yang ada di kabupaten PALI serta
Menyediakan alat berat untuk petani yang akan membuka lahan Kebunnya .
Selain itu, Devi juga berkomitmen akan mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 500 juta per tahun untuk setiap Desa di luar anggaran Dana Desa ( DD) serta alokasi dana Desa (ADD). Dana ini akan difokuskan untuk kegiatan Hari raya keagamaan, peringatan HUT Kemerdekaan RI, dan kegiatan sosial lainnya di Desa agar lebih mandiri.
“Program ini bertujuan, agar desa ketika mengadakan kegiatan peringatan HUT RI dan Hari Raya Keagamaan tidak lagi bergantung pada pengajuan proposal ke perusahaan, yang terkadang bantuannya pun tidak sesuai,” Pungkas Devi.
Liputan : Waneli
