BATURAJA OKU – Belum diketahui apa penyebab meninggalnya Marno (45) seorang petani asal Desa Lontar Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU, di pondok kebun milik Sukanda desa yang sama.
Menurut keempat warga yang pergi mencari keberadaan Korban yang sudah lama tidak terlihat di seputaran Desa Lontar, namun berdasarkan keterangan istri saksi Defri yaitu Yuni melihat Marno pada hari senin tgl, 20 April 2020 sekira jam 07.00 WIB melihat korban muntah muntah di simpang jembatan Ds Lontar. Kemudian pada hari ini Jumat (24/4/2020) Saksi Defri berinisiatif dengan ketiga rekan nya mencari korban , setelah melakukan pencarian yaitu tepat nya di pondok di kebun milik Sukanda, ke empat saksi curiga karena mencium bau yang busuk di sekitar pondok tersebut kemudian Saksi Suwandi mendekati Pondok tersebut dan terlihat korban sudah terlentang tanpa busana yang telah di kerubungi lalat dan tercium bau sangat menyengat.
Lalu ke empat saksi tersebut pulang melapor kepada Kades Desa Lontar kemudian sekira pukul 19.30 WIB Kades Lontar menghubungi piket SPK Polsek Pengadonan.
Kapolsek AKP Mardin bersama Kanit Res beserta anggota piket dan pihak medis UPTD Puskesmas Muara Jaya dan didampingi pejabat kades, bersama beberapa warga menuju ke TKP yang berjarak ± 1 km dari DesaLontar Kecamatan Muara Jaya.
Dan benar adanya mayat tersebut yang mana kondisinya sudah membusuk dan sebagian tubuhnya sudah dalam kondisi berulat ..dan setelah di identifikasi seperlunya.
Sekira jam 23.00 wib mayat di bawa ke rumah sakit ibnu soetowo Baturaja guna dilakukan visum et repertum dengan menggunakan ambulance puskesmas kec Muara Jaya Kabupaten OKU.
Dan didapat keterangan dari warga sekitar dan Kades Lontar, Amran bahwa yang bersangkutan bukan warga Desa. Lontar melainkan warga datangan dari Kota Lampung dan sudah lebih kurang 5 tahun berdomisili di Desa Lontar dengan pekerjaan terakhir menjaga kebun milik Syarifudin yang tinggal di Batutaja.
Namun hasil dari analisa petugas Puskemas tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban, kini mayat korban masih dalam pemeriksaan visum lebih lanjut dari rumah sakit. (feb)
