Baru Dikelola Wisata Kubangan Naga Dapat Kalpataru

SHARE
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BATURAJA OKU – Obyek wisata Kubangan Naga kini menjadi kebanggaan masyarakat Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat terlebih lagi mendapat penghargaan KALPATARU dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Penyerahan piala kalapataru tingkat provinsi Sumatera Selatan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat, dan sekaligus penyerahan penghargaan kepada SMPN 32 OKU sebagai sekolah yang turut menjaga kelestarian Lingkungan Hidup.

Ketua pelaksana Arnold adib, mengatakan bahwa kegiatan ini disambut dengan diadakannya festival, namun Festival ini bukan seperti festiival yang biasanya dilombakan, hanya penampilan sekelompok kesenian dari ibu ibu Hadra.

“Ini sebagai rasa syukur kami atas penghargaan atas di raihnya Kalpataru ini, karena ini tidak kami bayangkan sebelumnya, san murni hasil berkat semua bantuan dan kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat yang memiliki lahan,”ungkapnya.Selasa (16/11/2021)

Destinasi ini lanjutnya, perlu dijaga dan dilestarikan selain tanaman ada juga hewan, disini menyimpan tanaman pasak bumi yang belum tentu ada di tiap daerah. biasa masyarakat disini menyebutnya dengan Kayu Raje.

“Banyak legenda selain Kubangan Naga Bukit Katung, yang sudah turun temurun diceritakan masyarakat disini dan ini perlu kita jaga, kubangan naga ini milik masarakat OKU, dan harapan kami destinasi ini tidak mati suri tentunya terus diperhatikan oleh setiap lapisan,’tukasnya.

Ungkapan rasa syukur dikatakan juga Kades Pusar Zainuddin, bahwa seluruh lapisan masyarakat desa pusar telah memberikan dukungan dalam kemajuan obyek wisata yang ada di desa. Dan tak disangka juga dari sekolah yaitu SMP 32 OKU juga mendapatkan penghargaan atas pelestarian lingkungan hidup.

” Ini sebagai momentum untuk menjaga lingkungan kita terutama obyek wisata yang menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan,”tuturnya.

PLH Bupati OKU Edward Candra menyampaikan agar terjalin kekompakan dan gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, terutama di Desa Pusar masih menyimpan tumbuhan yang dapat dikelola nantinya.

“Setidaknya ada 5 unsur yang jarus diperhatikan agar kekompakan terus terjaga, kepala desa dan perangkat untuk saling berkaitan dengan tokoh tokoh masyarakat, pemuda, anak anak sebagai penerus dan agar melibatkan kaum ibu atau perempuan, sehingga jika menyatu akan kuat,” ungkapnya. (febri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *