Hasil penelitian menyatakan bahwa Rendahnya minat belajar peserta didik berada pada kategori “Tinggi” yang berarti bahwa minat belajar peserta didik perlu untuk lebih giat lagi. Karakteristik Rendahnya minat belajar peserta didik berdasarkan hasil angket tergolong dalam kategori sedang, hal ini terlihat bahwa di saat jam pelajaran berlangsung dan guru sedang menjelaskan materi di depan kelas peserta didik masih sibuk sendiri dan asik sendiri, seperti berbicara dengan teman yang lain,bermain HP ketika guru sedang menjelaskan pelajaran, tidak fokus dalam belajar, tidak mengerjakan tugas dari guru, bahkan sampai tertidur dikelas.
Faktor internal penyebab rendahnya minat belajar peserta didik. Banyak faktor yang menyebakan rendahnya minat belajar peserta didik diantaranya bisa terjadi karena faktor internal peserta didik atau faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri. Dalam penelitian ini faktor internal penyebab rendahnya minat belajar peserta didik termasuk dalam kategori tinggi baik itu dilihat dari aspek fisiologis maupun di lihat dari aspek psikologis.
Faktor eksternal penyebab rendahnya minat belajar peserta didik tergolong kategori dalam kategori “tinggi”. Ini menunjukan bahwa rendah minat belajar peserta didik di sebabkan dari faktor ekstenal.
Dari aspek lingkungan keluarga, cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, susana rumah, keadaan ekonomi keluarga, perhatian orang tua, latar belakang kebudayaan/pendidikan sangatmempengaruhi minat belajar peserta didik. Hal ini sejalan denga pendapat Slamet (2013:61) bahwa “orang tua yang kurang/ tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya mereka acuh tak acuh terhadap belajar anaknya, tidak memperhatikan sama sekali akan kepentingan dan kebutuhan belajar anaknya, tidak mengatur waktu belajar anaknya dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya”.
Dari aspek lingkungan sekolah metode mengajar guru, kurikulum yang berlaku, relasi antara guru dengan peserta didik, relasi antara peserta didik dengan peserta didik, media atau alat pembelajaran menjadi penyebab rendahnya minat belajar peserta didik kelas.
Menurut Baharudin dan Wahyuni (2015:32) mengemukakan bahwa “guru, administrasi, teman-teman kelas harus memiliki hubungan yang harmonis sehingga dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk belajar lebih baik lagi disekolah”.
Dari aspek lingkungan masyarakat, massa media, teman bergaul peserta didik, dan bentuk kehidupan tempat peserta didik tinggal berpengaruh besar terhadap minat belajar peserta didik, sehingga dalam penelitian ini menyebabkan minat belajar peserta didik menjadi rendah.
Hal ini sejalan dengan pendapat Baharudin dan Wahyuni (2015:33) bahwa “lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga mempengaruhi aktivitas belajar siswa”.
Tantangan pendidikan saat ini mencakup berbagai aspek yang berdampak pada siswa, guru, dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tantangan penting yang dihadapi oleh pendidikan saat ini:
- Teknologi dan Perubahan Digital: Siswa sekarang dihadapkan pada tantangan untuk mengembangkan keterampilan digital, literasi media, dan pemahaman teknologi yang diperlukan untuk menghadapi dunia yang terus berubah.
- Kesenjangan Akses: Beberapa siswa tidak memiliki akses yang memadai ke peralatan dan konektivitas internet yang diperlukan untuk belajar secara online, sementara yang lain mungkin tidak mendapatkan akses yang memadai ke fasilitas pendidikan yang baik.
- Kurikulum yang Relevan: Pendidikan harus mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global, termasuk mengembangkan keterampilan seperti pemecahan masalah, kreativitas, pemikiran kritis, kolaborasi, dan komunikasi.
- Kualitas Pengajaran: Kualitas pengajaran memiliki peran penting dalam keberhasilan pendidikan. Tantangan ini melibatkan pengembangan profesionalisme guru, peningkatan metode pengajaran, serta penggunaan teknologi yang efektif dalam proses pembelajaran.
- Kesejahteraan Siswa: Masalah kesejahteraan siswa seperti stres, kecemasan, depresi, dan gangguan mental lainnya menjadi tantangan serius dalam pendidikan saat ini. Pendidikan harus memperhatikan kesejahteraan siswa dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik mereka.
- Globalisasi dan Multikulturalisme: Pertumbuhan globalisasi telah membawa lebih banyak keberagaman dalam kelas-kelas kita. Pendidikan harus menghadapi tantangan untuk mempromosikan pemahaman, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya, etnis, dan agama.
- Pendidikan Inklusif: Pendidikan inklusif adalah pendekatan di mana setiap siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, memiliki akses yang setara ke pendidikan. Tantangan ini melibatkan penyediaan dukungan yang tepat, sumber daya yang memadai, dan lingkungan pembelajaran yang inklusif.
- Perubahan Peran Guru: Peran guru juga sedang mengalami perubahan. Mereka sekarang perlu beradaptasi dengan teknologi, mengembangkan keterampilan pengajaran yang inovatif, dan berperan sebagai fasilitator pembelajaran.
- Pembiayaan Pendidikan: Anggaran yang memadai diperlukan untuk memastikan akses yang adil dan berkualitas tinggi ke pendidikan
beberapa solusi yang dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa:
- Membuat pembelajaran lebih relevan
- Menggunakan metode pengajaran yang bervariasi
- Menerapkan teknologi dalam pembelajaran
- Menggunakan pendekatan yang personal
- Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
- Mendorong partisipasi aktif
- Memberikan dorongan dan umpan balik positif
- Melibatkan orang tua
Saran
Mengacu pada hasil penelitiaan diatas, maka dapat diberikan saran kepada: (a) Peserta Didik untuk lebih giat lagi dalam belajarnya, jangan bermain HP ketika pelajaran sedang berlangsung perhatian dan selalu fokus dalam belajar, kerjakan tugas yang diberikan guru duduk dibangku diberisan yang paling depan agar bisa lebih jelas dan fokus ketika belajar, pilih teman bergaul yang dapat membuat kalian menjadi semangat dalam belajar, sehingga dengan begitu prestasi belajar yang diinginkan bisa tercapai dengan maksimal. (b) Bagi Guru BK Lebih digiatkan lagi dalam melaksankan layanan konseling individu terhadap peserta didik yang rendah minat belajarnya, karena layanan konseling individu menjadi salah satu cara yang cukup tepat untuk mengatasi rendahnya minat belajar peserta didik, tetapi juga bisa diberikan layanan yang lain seperti layanan klasikal, layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok.
Nur Hidayat
Jurnalistik Pendidikan
Mahasiswa STAI Baturaja
